Yayasan Ruhama merupakan lembaga pendidikan nonformal yang didirikan pada akhir tahun 2019. Yayasan ini berlokasi di Jalan Indiser Utama Nomor 19E, Dusun Lampoh Goeng, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Berdirinya Yayasan Ruhama berawal dari gagasan Ustadz Prof. Dr. Fauzi Shaleh, Lc., M.A. bersama almarhum Ustadz Amin Chuzaini yang melihat perlunya sebuah lembaga khusus untuk membantu para lulusan pendidikan formal, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), maupun pesantren, dalam melanjutkan dan menjaga hafalan Al-Qur'an setelah memasuki jenjang perguruan tinggi, khususnya di Aceh. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk lembaga pendidikan tahfiz yang diberi nama Rumah Hafal Quran Mahasiswa (Ruhama).

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Ustadz Prof. Dr. Fauzi Shaleh, Lc., M.A. mewakafkan rumah pribadinya untuk dijadikan tempat pembinaan mahasiswa yang memiliki tekad kuat dalam menghafal Al-Qur'an. Pada awal pendiriannya, Yayasan Ruhama diperuntukkan bagi mahasiswa laki-laki. Namun, seiring berjalannya waktu, minat mahasiswa laki-laki untuk mengikuti program tahfiz masih relatif rendah. Oleh karena itu, pihak yayasan mengalihkan program tersebut kepada mahasiswi yang menunjukkan minat dan semangat yang lebih tinggi dalam menghafal Al-Qur'an.

Pada tahap awal, Yayasan Ruhama hanya menerima 10 mahasiswi yang dibina oleh seorang pengasuh (ustazah). Jumlah peserta yang terbatas tersebut disebabkan oleh keterbatasan fasilitas yang tersedia. Seiring berkembangnya yayasan, dilakukan penambahan fasilitas berupa kamar baru sehingga kapasitas penerimaan peserta didik dapat ditingkatkan.

Pada tahun 2021, seorang warga Desa Tanjung Selamat meminjamkan rumahnya sebagai wakaf untuk dikelola oleh Yayasan Ruhama tanpa memungut biaya apa pun. Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, pihak yayasan kembali membuka pembinaan bagi mahasiswa laki-laki yang ditempatkan di rumah wakaf tersebut. Hingga tahun 2024, kegiatan pembinaan di asrama putra berjalan dengan baik dengan jumlah lima orang mahasantri.

Pada September 2024, para mahasantri dipindahkan ke gedung baru yang berlokasi di Desa Tanjung Deah. Gedung tersebut merupakan hasil pembangunan wakaf yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Fauzi Shaleh, Lc., M.A. bersama para muhsinin. Pembangunan asrama baru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembinaan tahfiz bagi mahasiswa. Namun, karena asrama tersebut masih tergolong baru, jumlah mahasantri yang menempatinya masih terbatas, yaitu sekitar dua orang.

Saat ini, mahasantri dan mahasantriwati yang mengikuti program pembinaan di Yayasan Ruhama berasal dari berbagai daerah serta perguruan tinggi yang berbeda. Hingga sekarang, jumlah keseluruhan peserta didik yang mengikuti program pembinaan di Yayasan Ruhama mencapai sekitar 20 orang.

Dasar Yayasan

Dalam mengembangkan program tahfiz Al-Qur'an, Yayasan Ruhama memiliki landasan yang jelas. Pendirian yayasan ini murni berpedoman pada ajaran Al-Qur'an dan hadis serta dilandasi niat luhur semata-mata untuk memperoleh rida Allah Swt.

Tujuan Yayasan

Mendidik generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu menghafal Al-Qur'an dan mendalami ilmu-ilmu keislaman. Membantu mahasiswa dalam menjaga serta meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an. Membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an. Menyediakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan menghafal dan pengembangan ilmu keislaman.

© 2026 Yayasan Rumah Hafal Quran Mahasiswa (Ruhama).